Selamat malam minggu, yak saya menulis artikel ini pas malam minggu, dimana banyak anak muda yang pada main dan saya hanya berdua dengan laptop saya (saya biasa menyebutnya mungil). Ditengah keasyikan saya browsing, tiba-tiba mendapatkan sebuah artikel menarik yaitu tentang rencana Bapak Habibie untuk menghidupkan kembali pesawat yang pernah beliau buat yaitu N-250. Memang artikel yang saya dapat sepertinya sudah usang yaitu 21 Agustus 2012, akan tetapi esensi dari artikel tersebut membuat saya terdorong untuk mencurahkan apa yang saya rasakan setelah membacanya.
Pada awal artikel saya bangga bahwa pesawat buatan Indonesia akan terbang di angkasa, pesawat buatan anak bangsa yang mempunyai berbagai kelebihan. Sampai di tengah saya membaca artikel tersebut saya sangat kecewa, saya kecewa karena potensi yang seharusnya bisa Indonesia dapatkan tetapi negara lain yang mendapatkannya. Sebagai contoh saya mengutip dari tulisan yang saya baca :
" Proyek ambisius lainnya adalah jet komersial jarak menengah dengan kapasitas di bawah 200 orang, yaitu N 2130 yang berkapasitas sesuai nama nya, 130 penumpang, menggunakan teknologi yang sekelas pesawat jumbo jet. Ketika itu, jika sebelum tahun 2000 jadi terbang, maka bisa dibayangkan betapa akan larisnya pesawat tersebut diserap booming airline low cost yang saat ini terbukti sebagai pangsa pasar utama pesawat jenis ini.
Coba bayangkan jika dulu pemerintah Indonesia tetap konsen dengan proyek tersebut, bisa dipastikan sekarang kita telah memanen hasilnya yang pastinya tidak sedikit. Begitu bangga pesawat buatan Indonesia akan mondar-mandir di seluruh penjuru dunia. Tidak seperti sekarang pesawat luar negeri yang mondar-mandir di langit Indonesia.
Memang sepertinya pemikiran beliau yang terlalu cepat di jamannya, sehingga sulit untuk diterima saat itu. Bahkan waktu itu Habibie sudah berpikiran untuk menyaingi Mobil nasional yang dibuat Malaysia, tentu bukan dengan membuat mobil Nasional juga. Akan tetapi dengan menjadika bangsa Indonesia sebagai pionir industri dirgantara Asia Tenggara, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia bahkan Asia.
Akhirnya ditengah hiruk pikuk kesuksesan film Habibie&Ainun, saya hanya berharap semoga proyek Bpk Habibie untuk menghidupkan Industi Dirgantara di Indonesia juga sama suksesnya. Semoga...
Walaupun ada ketertinggalan yang mesti dikejar, akan tetapi saya optimis suatu hari akan banyak pesawat buatan Indonesia yang terbang baik di kawasan Asia maupun Dunia..
-KBO-
Sumber
Pada awal artikel saya bangga bahwa pesawat buatan Indonesia akan terbang di angkasa, pesawat buatan anak bangsa yang mempunyai berbagai kelebihan. Sampai di tengah saya membaca artikel tersebut saya sangat kecewa, saya kecewa karena potensi yang seharusnya bisa Indonesia dapatkan tetapi negara lain yang mendapatkannya. Sebagai contoh saya mengutip dari tulisan yang saya baca :
" Proyek ambisius lainnya adalah jet komersial jarak menengah dengan kapasitas di bawah 200 orang, yaitu N 2130 yang berkapasitas sesuai nama nya, 130 penumpang, menggunakan teknologi yang sekelas pesawat jumbo jet. Ketika itu, jika sebelum tahun 2000 jadi terbang, maka bisa dibayangkan betapa akan larisnya pesawat tersebut diserap booming airline low cost yang saat ini terbukti sebagai pangsa pasar utama pesawat jenis ini.
Walhasil, dengan gagalnya N 250 dan N 2130 terbang, kini yang menikmati untung adalah perusahaan-perusahaan seperti Embraer Brazil, Bombardier Canada, bahkan para raksasa seperti Boeing dan Airbus yang ikut-ikutan mebuat pesawat jenis ini, karena memang lebih cepat terjual.
Bahakn untuk Boeing 737-900, LION AIR, maskapai low cost terbesar Indonesia seteah Air Asia Indonesia, adalah pengguna terbanyak di dunia."Coba bayangkan jika dulu pemerintah Indonesia tetap konsen dengan proyek tersebut, bisa dipastikan sekarang kita telah memanen hasilnya yang pastinya tidak sedikit. Begitu bangga pesawat buatan Indonesia akan mondar-mandir di seluruh penjuru dunia. Tidak seperti sekarang pesawat luar negeri yang mondar-mandir di langit Indonesia.
Memang sepertinya pemikiran beliau yang terlalu cepat di jamannya, sehingga sulit untuk diterima saat itu. Bahkan waktu itu Habibie sudah berpikiran untuk menyaingi Mobil nasional yang dibuat Malaysia, tentu bukan dengan membuat mobil Nasional juga. Akan tetapi dengan menjadika bangsa Indonesia sebagai pionir industri dirgantara Asia Tenggara, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia bahkan Asia.
Akhirnya ditengah hiruk pikuk kesuksesan film Habibie&Ainun, saya hanya berharap semoga proyek Bpk Habibie untuk menghidupkan Industi Dirgantara di Indonesia juga sama suksesnya. Semoga...
Walaupun ada ketertinggalan yang mesti dikejar, akan tetapi saya optimis suatu hari akan banyak pesawat buatan Indonesia yang terbang baik di kawasan Asia maupun Dunia..
-KBO-
Sumber

0 komentar