Selamat malam semuanya..
Kali ini aku coba untuk menumpahkan sedikit uneg-uneg setelah membaca sebuah berita di kaskus tentang penghapusan kereta listrik ekonomi di jakarta.
Banyak sekali yang menghujat, tidak senang, bahkan memaki-maki. Ada juga yang membandingkan dengan pengelolaan perkereta apian di luar negeri. Ini pendapat ku pribadi, jadi jika anda yang kebetulan terdampar di blog ku dan ternyata tidak setuju aku minta komentar anda harusnya seperti apa.
Sebenarnya apa yang salah sebuah PT yang mempunyai orientasi profit untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya?
Disini aku lihat banyak sekali yang tidak setuju penghapusan KRL Ekonomi karena tarifnya naik. Bahkan dari pihak DPR juga ikut-ikutan menolak. Mungkin mereka yang buru-buru komentar karena belum tau jika PT KAI (persero) sekarang kedudukannya bukan lagi sebuah perjan atau perum.
Persero disini bebas untuk mengambil profit sebanyak-banyaknya dari masyarakat. Beda halnya dengan perjan yang sepenuhnya melayani masyarakat dan perum yang setengah melayani dan mengambil untung.
Aku disini juga bingun, kenapa dulu ketika BUMN-BUMN strategih berubah menjadi persero para anggota DPR menyetujuinya. Sekarang giliran sudah jadi persero dan wajib menghidupi usahanya sendiri, baru deh pada komplain karena ini lah, itu lah.
Mencoba berpikir jernih saja, jika memang pemerintah berniat mendirikan BUMN untuk melayani masyarakat maka jangan lah diubah status hukumnya.
Semoga tulisan ku yang masih sangat sederhana ini bisa membuka mata masyarakat semuanya bahwa suatu status yang menempel di BUMN itu penting untuk kelanjutan BUMN itu sendiri..
Sekian dari saya..
Salam xxx
0 komentar